468x60 Ads


Selasa, 03 Desember 2013

Blackberry Tegaskan Masih Hidup dan akan Bertahan

Ilustrasi Blackberry. FOTO: getty images
Ilustrasi Blackberry. FOTO: getty images

OTTAWA - Bisa jadi pernyataan CEO Interim BlackBerry yang baru, John Chen menjadi angin segar bagi para penggemar gadget pelopor smartphone itu. Ya, John menegaskan perusahaan yang baru dipimpinnya itu tidak bangkrut. Bahkan dia berjanji akan membangkitkan Blackberry sehingga tetap bertahan dalam persaingan teknologi yang ketat.  

"Kami akan terus ada. Terima kasih," kata John dalam surat terbukanya kepada pelanggan seperti dilansir dailytelegraph Selasa (3/12). Dia menambahkan bahwa berita-berita tentang kebangkrutan Blackberry adalah hal yang berlebihan.  

Berdasarkan data yang dikeluarkannya, Blackberry masih memiliki 70 juta pelanggan di dunia. Namun yang menjadi kekhawatiran perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario, Kanada itu adalah kebanyakan pelanggannya menggunakan Blackberry dengan seri lama. Nah, penjualan ponsel Blackberry seri terbaru seperti Z10 melempem, alias kurang menarik perhatian. 

Apabila ini terjadi terus menerus maka tidak mungkin pelanggan Blackberry makin hari makin tergerus. Apalagi, kini banyak orang yang sudah beralih dari Blackberry menuju iPhone atau perangkat lainnya berbasis Android dan Google. 
Cibiran terhadap Blackberry sepertinya memang tidak berlebihan. Pada September lalu, BlackBerry mengumumkan bahwa perusahaannya memberhentikan 4.500 staf (sepertiga dari tenaga kerjanya di seluruh dunia)  setelah mengalami kerugian sebesar USD 965 juta  atau sekitar Rp 10,7 triliun dalam kuartal terakhirnya.

Tapi dua bulan kemudian, perusahaan menolak sebuah perjanjian dengan pemegang saham terbesarnya Fairfax Financial yang akan memprivatisasi perusahaan itu. Ya, pada November lalu, Fairfax resmi menjadi salah satu pemegang saham terbesar Blackberry sebesar 10 persen.

“Tanda 'dijual’nya sudah dicopot dan kami akan bertahan. Kami akan kembali akar kami, yakni memberikan solusi yang kualitasnya sama dengan perusahaan dari awal hingga akhir,” tegas Chen menggambarkan keoptimistisan Blackberry. 

Dalam surat terbukanya itu, Chen juga mengatakan bahwa Blackberry akan terus berkomitmen untuk pengembangan ponsel, layanan pesan dan operator yang mengelola alat-alat seluler perusahaan-perusahaan di dunia. (mas/jpnn)




Sameera ChathurangaPosted By Sameera Chathuranga

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat contact me

Thank You

0 komentar:

Posting Komentar